Blog Archive

CLOCK

Friday, March 21, 2008

TANGGUNG JAWAB YANG TERLUPAKAN

Written by : Steven Amor Tarigan
Ditengah terpuruknya negara Indonesia kedalam krisis multi dimensi, banyak orang-orang menjerit akan kesulitan dalam menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi bencana alam yang tanpa henti tanpa henti-hentinya terjadi dari daerah timur meluas hingga daerah barat Indonesia.

Betapa peliknya permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini hingga terpuruknya keadaan Indonesia saat ini. Sementara itu orang-orang yang mempunyai power didalam roda pemerintahan sibuk dengan kepentingan-kepentingan politiknya masing-masing hingga lupa akan janji-janji yang telah diumbar kepada rakyatnya sendiri, mereka telah melupakan akan keberadaannya sekarang yang dulu telah dipercayakan membawa aspirasi bagi rakyat jelata yang telah mengangkat dan menempatkan mereka disinggasana mulia. Bukan menjadi rahasia umum lagi saat ini para elit politik sibuk dengan jabatannya semata baik itu eksekutif, legeslatif dan yudikatif maupun orang-orang lainnya.

Alhasil tetaplah rakyat juga yang menjadi korban oleh setiap kebijakan yang diambil oleh elit-elit politik yang mulia tersebut. Akankah hal ini terus menerus terjadi dan apakah rakyat dapat lepas dari kesewenang-wenangan mereka. Sampai kapankah para elit politik menutup mata , telinga dan hati nurani dengan menghianati rakyat sendiri dengan mengedepankan kepentingan segelintir orang.

Hal yang cukup menarik lagi untuk dicermati secara seksama dapat kita lihat bagaimana para cikal bakal pemimpin bangsa dimasa depan saat ini. Dapat kita lihat bersama disudut kota banyak terlihat sekumpulan anak muda yang telah hanyut kedalam kehidupan glamour terlena akan kenikmatan dunia tak mau tau akan krisis yang melanda.

Hari demi hari yang berlalu hanya dihiasi oleh hura-hura keceriaan seakan telah menyelimuti kelamnya penderitaan yang ada. Banyak tempat-tempat tongkrongan dijejali oleh kelompok anak muda merayakan kenikmatan dan kebahagiaan sesaat, tidak sedikitpun tersirat dibalik wajah-wajah ceria mereka apakah yang terjadi saat ini, seakan mereka telah merdeka bebas dari cengkraman krisis multidimensi.

Tak pernah tersirat bagaimana kondisi orang tua dirumah, bagaimana sulitnya mencari uang demi kelangsungan hidup, tidakkah sadar mereka bagaimana keadaan orang tua yang rela membanting tulang hingga rela di cerca atasan/boss demi anaknya. Tidakkah cukup penderitaan yang dialami oleh orang tua, belum terlambat waktunya untuk menyadari akan keegoisan diri, bukalah mata lebar-lebar janganlah ego membebani orang lain, waktu masih menanti asa yang gemilang,..salam

Mejuah-juah

Steven Amor Tarigan

No comments:

About Me